Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Warisan Budaya Tiongkok di Jawa, Indonesia

Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Indonesia. Ketika anda berada di Semarang, baik itu untuk urusan keluarga, bisnis, atau memang sengaja ingin menikmati liburan, cobalah mengunjungi Klenteng yang satu ini. Tidak ada salahnya mengunjungi salah satu tempat historis satu ini dikarenakan letaknya yang tidak terlalu jauh dan memang masih berada di kawasan Kota Semarang sendiri.

Klenteng Sam Poo Kong merupakan salah satu Klenteng Agung agama Budha. Letaknya di Gedong Batu, Simongan, Semarang. Disebut Gedong Batu sendiri dikarenakan bentuknya menyerupai sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu.

Karena kaburnya sejarah yang mendukung, orang Indonesia keturunan Tionghoa menganggap bangunan ini adalah sebuah Klenteng karena bentuknya berarsitektur China sehingga sangat mirip sebuah Klenteng. Sekarang, tempat ini dijadikan tempat pemujaan, bersembahyang, serta tempat berziarah bagi umat Budha. Untuk keperluan tersebut, di dalam gua batu tersebut diletakkan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien.

Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Indonesia

Pada awalnya, tempat ini hanyalah berupa sebuah gua yang di dalamnya terdapat sebuah altar yang digunakan secara bersama oleh Laksamana Cheng Ho yang Muslim sebagai tempat ibadah shalat dan pengikutnya yang beragama lain. Saat Laksamana Cheng Ho melanjutkan pelayarannya, gua tersebut tertimbun tanah longsor pada tahun 1704 dan sebagai penghormatan terhadap Cheng Ho, masyarakat setempat menggali kembali dan membangun altar yang dilengkapi dengan patung Cheng Ho beserta pengawalnya. Gua ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk meramal nasib yaitu dengan memakai tongkat-tongkat kecil yang bertuliskan angka.

Komplek Sam Poo Kong ini dipercaya sudah berdiri sejak abad ke-15, setelah kedatangan Sam Po Tay Djien (Cheng Ho) di Jawa yang mengemban misi untuk menjalin persahabatan. Pendaratan tersebut dahulu dilakukan di Simongan pada Oktober 1724.

Saat ini Patung Laksamana Cheng Ho, berada kokoh berdiri di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Demi menjadikan Kelenteng Sam Poo Kong sebagai tempat tujuan wisata, Gubernur saat itu menginginkan patung Laksamana Cheng Ho diganti dengan ukuran yang besar.

Keinginan tersebut bak gayung bersambut diamini oleh salah satu umat yang ada di Batam yang bersedia menyumbangkan patung Laksamana Cheng Ho. “Patung tersebut ternyata langsung didatangkan dari Tiongkok. Awalnya akan dikirimkan patung berukuran 20 meter, namun karena terkendala dalam pengiriman akhirnya diputuskan hanya berukuran 10,7 meter,”
Post a Comment